Pendaftaran Beasiswa PPA dan BBM dah dimulai
Adapun syaratnya sebagai berikut:
2. Bagi mahasiswa program S1, paling randah duduk pada semester 2 dan paling tinggi duduk pada semester 8 dan bagi mahasiswa program diploma 3 (D3), paling rendah duduk semester 2 dan paling tinggi duduk semester 6
3. Foto copy KTM sebagai mahasiswa regular aktif yang dibuktikan dengan krs terakhir
4. Foto copy pembayaran rekening listrik
5. Surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa lain dari fakultas
6. Foto copy kartu keluarga
7. Foto copy transkrip nilai IPK paling rendah 3,00 yang disahkan oleh pimpinan fakultas
8. Surat keterangan penghasilan dari RT/RW atau kelurahan tempat tinggal orang tua
9. Foto copy rekening tabungan BNI mahasiswa yang bersangkutan (diperjelas) 4 lembar
B. Persyaratan Beasiswa BBM
2. Bagi mahasiswa program S1, paling randah duduk pada semester 2 dan paling tinggi duduk pada semester 8 dan bagi mahasiswa program diploma 3 (D3), paling rendah duduk semester 2 dan paling tinggi duduk semester 6
3. Foto copy KTM sebagai mahasiswa regular aktif yang dibuktikan dengan krs terakhir
4. Foto copy pembayaran rekening listrik
5. Surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa lain dari fakultas
6. Foto copy kartu keluarga
7. Foto copy transkrip nilai IPK paling rendah 2,50 yang disahkan oleh pimpinan fakultas
8. Surat keterangan penghasilan orang tua/wali pemohon dan disyahkan oleh pimpinan fakultas
9. Foto copy rekening tabungan BNI mahasiswa yang bersangkutan (diperjelas) 4 lembar
Rangkaian Acara FENARI 2 :
` 1. DMDS (Dauroh Manajemen Dakwah Seni) 2
Waktu : 03 – Maret - 2012
Tempat : Parma Panam Hotel
Informasi : Rian (085284400437)
2. Festival Nasyid Akhwat (FNA) Riau
Waktu : 04 - Maret – 2012
Tempat : Parma Panam Hotel
Informasi : Agtma (081364633239)
Formulir Pendaftaran bisa di donwload di disini
3. Festival Nasyid Riau (FENARI) 2
Waktu : 25 – Maret – 2012
Tempat : Mal SKA Pekanbaru
Informasi : Nashrul (085664429626)
Formulir Pendaftaran bisa di donwload di disini
Ayo segera daftarkan tim nasyid anda...!!
-554-
(7) Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (8) Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (9) Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS.55 : 7 – 9) Kita sedang membicarakan tentang suatu keadaan, dimana tidak akan pernah ada sesuatu didalam dunia ini yang akan berjalan dengan baik tanpa didasari oleh keadaan ini. Keadaan tersebut adalah keseimbangan. Sebuah kata yang sangat simple, namun memiliki arti yang sangat mendalam dan sangat representative dalam kehidupan kita sehari – hari. Adakah sesuatu yang bisa eksis di alam semesta ini tanpa adanya keseimbangan? Dan tidak hanya manusia, atau tidak hanya makhluk hidup saja, keseimbangan adalah keniscayaan bagi seluruh materi atau zat yang ada di dalam alam semesta ini. Apakah itu partikel terkecil seperti atom, yang mana kandungan proton dan neutron nya haruslah seimbang, hatta sampai kehidupan ruang angkasa, tata surya, dan segalanya yang ada di alam raya ini juga haruslah seimbang. Mari kita bayangkan sejenak, andaikata gravitasi bumi dikurangi dari bobot awalnya, apakah yang akan terjadi? Mungkin kita akan melihat air hujan akan mengapung di udara, karena tertahan oleh lemahnya gravitasi bumi. Sebaliknya, jika gravitasi bumi ini meningkat dari kadar awalnya, apa yang akan terjadi? Kita pasti akan mengeluarkan energy lebih banyak untuk berjalan kaki, atau kita jadi tidak bias mengangkut beban yang berat lagi, dan sebagainya. Ini menjadi nash yang cukup menguatkan, betapa seluruh alam ini membutuhkan yang namanya keseimbangan. Sekarang mari kita berbicara keseimbangan dalam ranah kehidupan kita sebagai hamba Allah SWT. Allah SWT telah mewanti – wanti kepada kita untuk tetap hidup dalam fitrah yang sudah ditetapkan olehNya semenjak kita diciptakan dahulu. Dan keseimbangan, adalah salah satunya. “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS.30:30) Jelaslah bagi kita, bahwa Allah SWT sangat menuntut kita untuk hidup dalam keseimbangan. Hanya itu yang akan membuat kita bahagia dan menjadi hamba Allah yang seutuhnya. Makanya ada sebuah pepatah yang mengatakan, “keseimbangan adalah hokum alam. Jika anda tidak hidup dalam keseimbangan, berarti anda menentang alam. Anda tidak akan bahagia” Saudaraku, dalam hal kehambaan kita kepada Allah SWT, ada 3 aspek dalam hidup ini yang harus kita seimbangkan : 1. Jasad Jasad kita adalah asset yang sangat berharga yang Allah titipkan kepada kita. Oleh karenanya, adalah keharusan bagi kita untuk memenuhi hak dari tubuh kita ini, berupa nutrisi tubuh kita yang bergizi dan halal. Ini bukan hanya saran dari dokter – dokter yang selalu kita dengarkan, akan tetapi lebih dari itu, ini adalah perintah Allah SWT kepada kita. “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS.2 : 168) Yang sering terjadi adalah, kebanyakan manusia terlalu sibuk mengejar karirnya dan sering melupakan hak dari tubuhnya, akhirnya, menzholimi diri sendiri. Jadi, mari kita penuhi kebutuhan jasad kita dengan seimbang, dan jangan sampai kita menjadi orang yang mendzholimi diri sendiri. Jika dengan diri sendiri kita sudah berlaku dzolim, bagaimana pula, dengan orang lain? Na’udzubillah… 2. Akal Akal adalah pemberian istimewa yang Allah berikan kepada kita. Inilah yang menjadi indicator pembeda antara manusia dan hewan. Dan penggunaan serta pemanfaatannya yang akan mejadi indicator pembeda, antara manusia yang berakal dan manusia yag tidak berakal. Maka dari itu, akal juga harus selalu kita beri nutrisi, yakni ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Agar senantiasa dapat memahami segala kebesaran Allah SWT. Ini sebabnya kenapa wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT adalah perintah untuk membaca, bukan beribadah seperti sholat, dakwah, zakat, dan yang lainnya.. 1.Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS.96 : 1 – 5) 3. Ruh Nah, ini yang agak menarik. Karena pemenuhan kebutuhan ruh pada zaman sekarang ini adalah yang paling urgent, namun juga yang paling banyak terlupakan. Banyak orang yang berlomba – lomba menggemukkan tubuhnya, juga menggemukkan pengetahuannya, akan tetapi tak pernah mau berfikir untuk menggemukkan ruhiyahnya. Ironis? Memang. Disaat berbagai arus budaya globalisasi yang begitu parahnya, justru ummat manusia melupakan kebutuhan ruhiyahnya, yakni kedekatan dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Menghadiri majelis – majelis yang didalamnya dibacakan ayat – ayat Allah adalah sesuatu yang ‘kuno’ menurut kita. Disinilah terjadi ketidak seimbangan itu. Akhirnya, tubuh yang sehat, pengetahuan yang banyak tidak dibarengi dengan kedekatan dengan Sang Pencipta tubuh dan akal tadi, sehingga yang terjadi adalah pengerusakan alam, korupsi, narkoba, dan segala perilaku menyimpang lainnya. Allah SWT mengingatkan kita akan pentingnya kebutuhan nutrisi ruhiyah itu sebagai berikut “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS.3 : 191) Nah, saudaraku, mari kita mulai mencoba untuk senantiasa menyeimbangkan kembali kehidupan kita. Islam bukanlah agama yang mengutamakan salah satu diantara ketiga aspek tadi, namun ia nya harus dipenuhi secara menyeluruh dan seimbang. Karena islam adalah agama fitrah, dan keseimbangan adalah salah satu wujud fitrah. Kita tidak akan bias masuk syurga tanpa ruhiyah yang kokoh, ruhiyah yang kokoh tak akan bias kita dapatkan tanpa pemahaman / pengetahuan yang baik dan menyeluruh tentang islam, dan pengetahuan yang baik tadi, tidak akan bisa kita peroleh jika tubuh / jasad kita tidak dalam kondisi sehat. Sekali lagi, semua harus seimbang, bukan? Wallahu’alam… 
<!--[if gte mso 9]>

Begitu banyak warna dalam "perjalanan" kita. Ada yang bertahan, namun tak sedikit pula yang berjatuhan pergi meninggalkannya. seringkali sosok yang kita harapkan bertahan bersama - sama kita dalam kendaraan ini justru menjadi yang berguguran, dan tak jarang yang kita tak duga, yang selama ini jauh dari kita justru menjadi yang bertahan dengan segala kondisinya. Memang benar yang dikatakan guru kita, "Banyak manusia yang bersama kita, namun mereka sesungguhnya bukan kita, dan banyak pula yang jauh diluar kita, namun sesungguhnya mereka adalah bagian dari kita".. Karena sesungguhnya perjalanan ini adalah perjalanan dengan menggunakan kekuatan hati. Dan berbicara soal hati,, yang namanya hati seseorang tak ada yang tahu, dan tak akan ada yang berhak mengetahuinya kecuali si pemilik hati, dan si Pengendali hati.
Dan jangan lupa,, yang bertahan pun bukan tanpa tantangan,, berbagai kompleksitas masalah menghampiri saban waktu. Berbanding lurus dengan kuantitasnya. tentu saja..! dari seabrek manusia yang mengemban amanah suci ini, maka seabreg pula perangai dan tabiatnya. mujur jika kita kebetulan sering berinteraksi dengan yang memang se-tipe dengan kehendak kita. Namun, sialnya kalau kita harus berhubungan dengan orang yang tidak sepaham dengan kita. gesekan2 itu mulai berdatangan. Akan tetapi atas nama Ukhuwah, kita mengabaikan itu. kita paksakan diri kita untuk mencintai semua saudara kita, bagaimanapun brengseknya dia!
Beginilah jalan yang bernama Dakwah ini mengajarkan kita.
Tentang Ukhuwah,, Tentang Pengorbanan, Tentang Keikhlasan...
Kadang kesal, kadang lelah, kadang canda, kadang tawa.
Tak kuat rasanya untuk terus bertahan, namun sayang untuk ditinggalkan,, setelah semua yang telah dberikan oleh dakwah ini untuk kita. :)
Kadang terlontar pertanyaan dari hati ini,, "Duh, Robbi,, kapan kami bisa beristirahat dalam perjalanan ini..??"..
dan ALLoh pun sudah menjawabnya,, "Nanti,, akan tiba waktunya ketika kaki - kaki kalian sudah menginjak Syurgaku,, kalian bisa beristirahat, dan berbagi cerita dengan para pejuang lainnya"..
Subhanalloh...
Lelah itu begitu nikmat..!!
:D
*Pekanbaru, 08/01/2011
-554-

Salaamu'alaikum..
tak terasa hampir 8 bulan tak menulis di blog lagi.. alasannya karena kalau nulis di blog tidak ada yang mau baca.
tapi sekarang saya mau mulai belajar menulis lagi. yah hitung-hitung untuk eksistensi di dunia maya ini.
hampir 2 smester aku menayandang predikat sebagai mahasiswa. obsesi lama yang sempat tertunda dahulu. ternyata setelah dirasakan yah, gampang-gampang susah lah. apalagi menjadi seorang yang selalu disibukkan dengan kegiatan kampus lain selain kegiatan akademis, yang sering dibilang "aktifis kampus". yah! kata-kata inilah yang membuat aku berobsesi untuk menjadi seorang mahasiswa dulunya. menjadi seorang aktivis, rapat sana-sini, acara ini acara itu, seminar ini seminar itu, dan banyak lagi kegiatan-kegiatan lainnya yang akan aku geluti.
memang benar, aku sudah lakukan itu semua. menjadi kepuasan batin tersendiri ketika berhasil mewujudkan obsesimu, apalagi yang sempat tertunda. Aku disibukkan oleh rapat-rapat, aku menjadi panitia dalam berbagai acara, aku juga ikut organisasi ini dan itu.
Namun ternyata setelah dijalani, tidak semuanya seperti yang dikira. banyak sekali problematika yang harus aku hadapi, mau tidak mau, suka ataupun tidak suka. bergesekan dengan orang lain, saling berusaha menjatuhkan oranisasi lain, ternyata tak lepas dalam kehidupan kampus yang serba dipenuhi oleh idealisme ini. lama kelamaan semuanya membuatku muak! harus bersikap manis didepan orang yang sebenarnya tak ku suka, berprasangka terhadap orang yang belum tentu melakukan apa yang aku sangkakan, dapat "omelan" dari orang-orang yang tak pernah kusangka, dan segudang fenomena menyebalkan lainnya yang membuat aku jenuh dengan semua kehidupan kampus dan segala tetek bengek nya. Akhirnya menjurus kepada penyakit hati, dengki! tidak senang melihat orang lain jabatannya lebih tinggi daripada aku, yang notabene dalam organisasi tidak ada gaji, insentif atau semacamnya. tapi karena sifat kompetisi yang begitu besar, akhirnya yang muncul adalahj "hanya aku yang hebat dalam organisasi ini!! orang lain tak boleh ada yang lebih tinggi jabatannya daripada aku!! aku yang berhak mengatur semua pengurus organisasi ini!!" dan lain sebagainya!!
ALLoohu akbar...!! aku lupa dengan tujuanku!! aku lupa dengan tauladanku..!! aku lupa siapa sebenarnya yang menjadi "main goal" ku dalam semua aktivitas yang aku lakukan! aku lupakan itu! aku terlalu sibuk berkompetisi, menjatuhkan orang lain yang kuanggap rivalku,, dan hidup penuh kemunafikan!! semuanya karena kematangan yang tak kunjung kudapatkan. aku jenuh dengan semua ini. aku bertekad untuk mengulang semuanya dari awal. aku menyesal dengan semua yang telah kurasakan! popularitas, ketenaran, seakan menghapus bayang-bayang syurga yang telah dijanjikan oleh Tuhanku.
Aku harus berubah! aku akan ulangi semuanya. niatku, tingkah laku, dan semuanya. kalaupun ada orang-orang yang terlanjur tidak suka dengan kehadiranku dalam kampus ini, aku tak akan pernah menyalahkan mereka. biarkanlah orang mau berfikir seperti apa tentang hidupku, karena nama baik dimata manusia tidaklah terlalu penting jika dibandingkan nama baik dihadapan ILLahi Robbi..
Wahai yang membolak-balikkan hati,, tetapkanlah hatiku dalam agama MU..!!
wallahu 'alam..
Tentang Nashrul
- Muhammad Nashrullah
- Saya sebuah karya kecil yang diciptakan NYA yang ingin seLalu mencari dan mendapatkan kebahagiaan yang saya inginkan. selanjutnya saya serahkan pada anda.
Arsipku..
- Curahan Hati.. (15)
- Info... (9)
- Motivasi hari ini (16)


