suatu ketika ada sebuah museum yang sangat besar. didalamnya terdapat patung yang terbuat dari marmer dengan beralaskan lantai marmer yang indah. patung itu diletakkan diruang utama, dan selalu menjadi pusat perhatian para pengunjung yang berkunjung ke museum tersebut. bahkan banyak orang yang rela berdatangan dari berbagai penjuru dunia hanya untuk melihat patung tersebut.

pada suatu malam, silantai marmer berkata, "hei patung marmer! ini sangat tidak adil..!! kenapa setiap orang yang datang dari berbagai penjuru dunia hanya mengagumimu? sementara mereka menginjakkan kaki mereka diatas tubuhku! aku sangat terhina karena ini semua! Ini benar-benar tidak adil!"

Lalu sang patung pun menjawab, " Tenang sobatku lantai marmer, bukankah sesungguhnya kita berasal dari gua yang sama?? bukankah kita sama-sama lahir dari tempat itu??"
lantai marmer berseru, "ya, justru itulah yang makin membuat ini tidak adil bagiku! kita lahir dari tempat yang sama, tapi kini mendapat perlakuan yang berbeda!"

dengan santai si patung menjawab, "lalu apakah kamu masih ingat saat ada pematung-pematung yang datang kepadamu? lalu kamu menolak mereka? apakah kamu masih ingat saat kamu tak mau diukir oleh pahat-pahat itu??"

sang lantai menjawab, "tentu aku mengingatnya! aku benci pria itu..! pahat-pahat itu sangat menyakitkan!"

"betul!, pematung itu tak bisa bekerja membuat karya, sebab kamu menolak untuk dipahat olehnya" ujar sang patung kemudian. Lantai bertanya Lagi, "LALu mengapa demikian?"

"Sobatku, saat pematung itu selesai denganmu, dan mulai mengukirku, aku tahu bahwa suatu saat nanti aku akan tampil berbeda. aku akan menjadi lebih baik suatu saat nanti. aku tahu, kerja keras si peatung itu akan membuatku tampak lebih indah. aku menerima semua alat-alat pahat si pematung tersebut, walaupun aku tahu semua pahat-pahat irtu sangat menyakitkan di tubuhku" ujar sang patung panjang lebar.
sang lantai hanya bergumam dalam hati..

Sahabat, ada sebuah harga untuk semuanya yang ada didunia ini. Saat kamu menolak untuk menerima semua cobaan itu, jangan salahkan jika orang lain kemudian akan menginjak-injak dirimu..



=554=

Comments (0)